Kaum Muda dan Semangat Menggereja

24 Juli 2010
Sebagai orang yang pernah muda dan menjadi bagian dari Muda Mudi Katolik (Mudika) maupun Karyawan Muda Katolik (KKMK), aku sungguh prihatin dengan dinamika kehidupan menggereja kaum muda sekarang ini.  Bahkan  sering dibikin "gemas" dengan tingkah pola sebagian besar dari mereka yang kurang percaya diri dalam memperlihatkan jati diri  sebagai bagian dari Gereja Kristus sendiri.

Bukan hal aneh lagi jika dikatakan bahwa mayoritas Gereja Katolik  sekarang ini "kering" dengan orang-orang muda yang berkualitas dan berkomitmen tinggi dalam mengimplementasikan keyakinan imannya.  Yang terlihat hanyalah sekumpulan orang muda yang punya kemauan tinggi tapi miskin keberanian untuk menunjukkan kemampuan dan talenta yang dimilikinya.  Jika ditantang melakukan sesuatu jawabnya sudah bisa ditebak : tidak bisa!  Tidak bisa dan tidak mau tak ada bedanya.  Dua2nya sama2 memperlihatkan bahwa mereka hanya mau duduk diam dan menjadi pendengar.  Bukan pelaku!  Itu sebabnya gereja lebih banyak dipenuhi oleh orang tua dari pada kaum muda.

Kurasa hal ini patut menjadi perhatian para petinggi gereja.  Jika kaum muda merupakan tiang dan pondasi Gereja, mengapa mereka lebih suka "ngumpet" dan alergi terhadap kehidupan menggereja?  Mengapa mereka lebih suka dengan acara2 gereja yang hingar bingar dan menjanjikan kesenangan sesaat daripada melakukan kegiatan yang  membawa manfaat selamanya?  Hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk bisa  menumbuhkan kecintaan dan keyakinan mereka akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik?

Suatu hari aku bertanya kepada seorang muda Katolik, tentang perasaannya selesai mengikuti misa pagi.  Jawabnya pendek saja :  "Tidak ada!  Yang ada hanyalah rasa bosan karena harus mengikuti rutinitas yang itu2 saja.  Masih mending di gereja lain.  Suasana ibadatnya lebih meriah dan menggembirakan hati".

Aku terpekur.  Bisa jadi sebagian besar OMK berpikir seperti itu.  Misa hanya dianggap sebagai suatu rutinitas.  Intinya ia tidak menemukan apa2 di sana.  Padahal bagi orang Katolik, misa menjadi bagian yang sangat penting, karena di dalamnya bisa bertatap muka dengan Kristus sendiri.  Bisa bersatu dengan Kristus sendiri dan bisa menjadikanNya sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi hidup sehari-hari.  Kekuatan inilah yang seringkali menjadi "senjata" untuk berani dan mau melakukan banyak hal bagi tumbuh kembang Gereja.

Jika aku masih muda dan ditanya bagaimana caraku untuk bisa terlibat dalam kegiatan menggereja, maka bisa jadi tips2 berikut ini bisa membantu :

Pertama :
Sebisa mungkin sempatkanlah ikut misa.  Minimal seminggu satu kali.  Persatuan dengan Yesus akan menjadi kekuatan yang mengagumkan dalam menjalani aktifitas sehari-hari.  Dengan meningkatkan frekuensi pertemuan dengan Yesus otomatis rasa cinta akan GerejaNya akan bertumbuh dan berkembang tanpa disadari.  Berdoa saja tidak cukup.  Yesus sendiri yang mengatakan jika ada lebih dari dua orang berkumpul atas namaNya, Dia ada di tengah-tengah mereka.  Bersekutulah dengan umat lainnya dalam misa kudus.

Kedua :
Jangan sok jaim dan malu2 bertanya kegiatan apa saja yang bisa diikuti di gereja.  Selain misa yang memang diwajibkan oleh Gereja, pasti ada banyak kegiatan yang bisa diikuti di Gereja.  Bisa Legio Maria, THS/THM, Mudika, KKMK, Misdinar, dll.  Tanyakan pada orang yang memang tahu akan adanya kegiatan tersebut.  Jangan bertanya pada orang yang tidak tahu atau orang yang tahu tapi tidak mau tahu.  Sesudah itu bergabunglah!  Jangan menunggu jatuhnya ilham dari langit atau nunggu  di"kejar2" pastor baru ikutan.  Be active!  Sekalian boleh berharap, siapa tahu ketemu jodoh di gereja.

Ketiga :
Jangan takut dicap "sok suci" dan "belagu".  Mereka yang mencap demikian biasanya adalah orang2 iri hati dan sebenarnya pengin gabung tapi malu akibat ke"ember"an mulut mereka.  Mereka berusaha menutupi kekurangan mereka  dengan berlaku sirik dan mencari-cari kejelekan orang lain.  Jika bertemu orang2 modelan demikian jangan takut.  Maju terus pantang mundur!

Keempat :
Beranilah untuk mengeluarkan uneg2 biarpun itu menyakitkan.  Uneg2 yang dipendam bisa menimbulkan jerawat dan tak jarang membuat bisulan.  Jika meletus sakitnya bukan kepalang.  Bicarakan dan diskusikan dengan orang yang berkompeten di dalam Gereja apakah ide2 cemerlang untuk memajukan kaum muda terhambat/ terganjal dengan aturan2 dalam Gereja atau tidak.  Jika alasan penolakan itu jelas ya jangan ngambek.  Resiko beragama Katolik adalah mesti mau mematuhi peraturan yang ada di dalamnya.  Cobalah dengan ide2 yang lain.  Siapa tahu ide yang baru lebih bisa diterima oleh semuanya.

Kelima :
Banyak2lah menambah ilmu tentang kekatolikan.  Beriman boleh2 saja.  Tapi beriman dengan dasar2 yg "sahih" akan lebih bagus lagi.  Tidak hanya berdasarkan kata si Ini atau si Anu.  Banyak2lah membaca dari berbagai sumber.  Jangan hanya percaya satu sumber saja.  Menjadi Katolik itu susah.  Banyak tantangannya.  Banyak halangannya.  Tidak bisa mengharapkan bantuan dari orangtua saja.  Atau pastor paroki saja.  Atau para biarawan biarawati saja.  Semua tergantung diri sendiri untuk mulai menambah-nambah ilmu.  Referensinya banyak kok.  Di toko buku, di internet, di perpustakaan seminari (yg punya kenalan orang seminari), di pastoran, di kehidupan.  Intinya jangan malas untuk BELAJAR.

Keenam :
Jangan malas berdoa!  Semakin sering menjalin komunikasi yang baik dengan Tuhan, hidup akan semakin dikuatkan.  Ingat, satu2nya yang tidak akan kabur di saat kita susah atau senang adalah Tuhan.  Relasi yang baik dengan Tuhan akan memperlancar semua harapan.

Tips di atas adalah sekedar pandangan dari seorang yang pernah muda sepertiku.  Bisa jadi tidak semuanya benar meskipun mayoritas "menyatakan" demikian.  Jika jamanku dulu selalu dan senantiasa ada "orang2 pilihan" dalam Gereja yang bisa dijadikan panutan, kurasa tidak ada yang salah jika kaum muda sekarang ini pun menuntut demikian.   Perlu orang2 dengan kapabilitas mengagumkan yang bisa dijadikan contoh dalam Gereja.  Entah itu pastor parokinya, entah itu para fraternya, susternya, diakonnya, dewan parokinya, bahkan para orangtuanya.

Jadilah teladan untuk kaum muda dan akan menjadi demikian adanya mereka!

0 komentar:

Posting Komentar