Welcome 2011

11 Januari 2011
Melewati beberapa hari di tahun 2011, terasa ada yang beda. Tiba-tiba saja tersadari bahwa si sulung Pilar, di usianya yang sepuluh tahun sudah setinggi diriku dan adiknya Altar sudah bisa mengeja huruf "R" dengan lancar.  Si bungsu Lunar yang biasanya ngompol berkali-kali, beberapa hari ini sudah mulai mengurangi intensitas ompolnya karena kubilang anak yang masih ngompol tidak boleh bersekolah.  Baru tersadar juga bahwa tahun ini aku mulai memasuki usia kepala empat.....:))

Mumpung anak2 sudah bisa diajak "berdiskusi" dan mengeluarkan pendapat, dan suamiku sudah bisa beradaptasi dengan tempat kerjanya yang baru, maka aku sepakat dengan diri sendiri untuk membuat beberapa perubahan di tahun ini :

1.  Melakukan rekonsiliasi
Aku sadar, beberapa tahun terakhir ini hubunganku dengan Tuhan tidak terlalu baik.  Aku banyak membuang-buang waktu dan menghindar dalam berbagai kesempatan untuk lebih mendekatkan diri padaNya.  Intensitas doaku jarang-jarang.  Kualitasnya pun terasa hambar dan kering kerontang.  Membaca Kitab Suci aku enggan.  Mendaraskan ibadat harian apalagi.  Setiap kucoba, pikiranku selalu melayang tak tentu arah.  Aku kehilangan rasa! 

Memasuki tahun ini aku ingin memperbaiki segalanya dari awal.  Mulai menjalin relasi yang baik dengan Tuhan.  Mulai menyunggingkan senyum dalam doa.  Memulai kembali persahabatan kami yang sempat putus karena aku selalu berusaha menghindariNya.
   
2. Terlibat dalam kegiatan Gereja
Meskipun teori lebih mudah diucapkan daripada dilaksanakan, minimal aku akan berusaha untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan gereja lagi.  Ya, paling tidak aku bisa melibatkan diri lagi dalam kegiatan komunitas.  Sekalian mengajarkan kepada anak2, bahwa menjadi umat beriman, berarti harus berani menjadi garam dan terang dunia.  Bagaimana mungkin mereka akan menjadi tulang punggung Gereja, jika tidak diperkenalkan dari awal?

("Jadi Bunda, ayo.....jangan ngeles2 lagi ya kalau diminta jadi dirigen!")

3.  Terlibat dalam pendidikan anak-anak
Meskipun klise, tapi bagiku janji seorang ibu tetaplah sebuah pengejawantahan diri yang mau tidak mau harus dilaksanakan.  Memantau perkembangan diri anak2 adalah tanggungjawab semua orangtua.  Mau jadi apa anak kita kelak, itu semua tergantung bagaimana orangtua mengarahkannya.

Awal tahun ini, setelah menjalani 6 bulan masa sekolah yang membosankan, Altar kuliburkan.  Harapan supaya dia mendapatkan pengajaran untuk anak TK A sesuai dengan umurnya tidak kesampaian.  Ternyata sekolahnya hanya menyediakan tempat untuk TK B.  Jadi anak2 TK A digabung dengan TK B.  Tidak banyak waktu untuk bermain dan melakukan pengenalan.  Yang ada tiap hari dijejali dengan berbagai macam PR yang tidak pernah ada habisnya.  Anak lanangku memang bisa menulis, tapi setiap ditanya artinya dia hanya cengar-cengir doang.  Yang aku heran adalah, si Ibu Guru saja tulisannya kayak cakar ayam, bagaimana dia bisa mengajarkan menulis atau membaca dengan benar?

Sebagai konsekuensinya, Altar kuajar sendiri.  Aku rajin hunting buku2 pelajaran untuk anak TK A.  Setiap sore sepulang kerja, kuajak anak2 mematikan TV dan mulai belajar.  Lumayan juga, sekalian mengajar Altar si bontot Lunar bisa ikutan belajar.  Tidak perlu PR, tidak perlu ujian.  Yang perlu adalah, bagaimana caranya mempelajari sesuatu dalam suasana nyaman dan menyenangkan.  Hasilnya, perlahan tapi pasti mereka sudah mulai bisa menghafal huruf2 dan angka2 yang kutunjukkan.

Selagi aku mengajari adik2nya, Pilar bisa mengerjakan PRnya dengan tenang.  Sesekali aku tetap harus siap jadi mentor jika ia menemukan kesulitan.  Padahal kalau dipikir-pikir, pelajaran jaman sekarang beda jauuuh dengan jaman aku dulu.  Jadi mau nggak mau ya emang harus ikutan belajar lagi si emak ini....!

4.  Penghematan di segala bidang
Melihat pertumbuhan anak2 yang makin pesat membuatku harus ekstra keras menabung untuk masa depan mereka.  Jadi, berhemat merupakan hal yang sangat penting untuk segera dilaksanakan. 

-  Jika biasanya setiap istirahat Jumat bisa pergi ke mall dan membeli barang2 yang belum tentu berguna, maka tahun ini harus agak dikurangi dan kalau perlu dihilangkan sama sekali.  Mungkin bisa digantikan dengan ngapdet blog setiap istirahat hari Jumat.  Lumayan, selain bisa menyalurkan ide supaya tidak jadi bisul, catatan di blog bisa jadi menginspirasi orang lain tentang masalah yang sama.

-  Jika biasanya pesen catring untuk makan, tahun ini sebisa mungkin mulai masak sendiri.  Lumayan, dengan sedikit kreatifitas, toh pengeluaran yang diperlukan untuk urusan perut ini bisa dikurangi.  Meskipun tidak banyak jumlahnya, tapi lumayan besar juga perbandingannya jika harus beli makanan jadi setiap hari.

-  Jika biasanya ngemil dan jajan setiap pagi, minimal porsinya agak dikurangi atau dihilangkan sama sekali.  Selain bisa membantu mengecilkan pinggang juga bisa membantu program penghematan.  Uang saku yang tidak terpakai hari itu masuk ke saving box.  Kalau sudah banyak baru dipindahkan ke tabungan.

-  Mulai mengampanyekan gerakan hemat listrik dan hemat air di rumah.  Rajin mematikan peralatan elektronik yang tidak terpakai dan mematikan lampu sebelum tidur.  Memang agak susah karena anak2 terbiasa melihat kami orangtuanya suka pikun dalam memberikan teladan.  Meskipun susah, paling tidak ada kemauan untuk berubah, bukan?

Kurasa itu dulu resolusiku di tahun 2011. Nggak muluk2.  Yang penting ada niat untuk melaksanakannya.  Kalau tidak dimulai sekarang kapan lagi?  Waktu tidak akan bisa diputar ulang.  Pergunakan kesempatan yang ada sekarang sebaik-baiknya.

Yes!  Semangat...!  Semangat.....! 

Welcome 2011

0 komentar:

Posting Komentar