Beriman

07 April 2011
Waktu masih anak2, aku selalu yakin dan percaya bahwa Tuhan tahu apa yang harus dilakukanNya untukku.  Seiring dengan waktu, aku sering merasa cemas dan gelisah, apakah Ia akan tetap seperti itu, meskipun aku bukan anak2 lagi.  Secara teori aku begitu yakin dan percaya bahwa Ia akan tetap sama dan tidak pernah berubah.  Kenyataannya aku sering bertanya-tanya, perlahan tapi pasti mulai meragukan, akankah Ia tetap menjadi Tuhan yang sama dan penuh cinta untukku.

Beriman seperti anak2 ("Truly I say to you, whoever doesn't receive the Kingdom like a child will not enter it").

Kalau direnungkan lebih dalam lagi, memang benar adanya.  Anak2 selalu punya keyakinan yang dalam akan pertolongan tangan Tuhan.  Mereka tidak pernah ragu atau malu dalam melakukan sesuatu, dalam mengharapkan segala sesuatu.  Mereka selalu percaya bahwa Tuhan pasti akan baik2 saja.  Tuhan pasti tahu dengan apa yang harus dilakukanNya.

Jujur saja aku kangen semua rasa itu.  Rasa di mana aku meyakini betul bahwa Dia selalu ada untukku.  Rasa yang selalu saja ada dalam setiap peristiwa kehidupanku.  Rasa manis atau pahit.  Rasa sakit atau sehat.  Rasa indah atau buruk.  Apapun peristiwa itu, aku selalu ingin menjadi seorang kanak2 yang tidak pernah padam dalam berkeyakinan.  Tidak pernah berhenti untuk berharap.  Selalu menghadirkan senyuman meskipun sadar bahwa jalan bisa jadi terjal berbatu.

Tahun ini aku masuk 40 tahun.  Kalau hitungan mundur dengan prediksi usiaku hanya sampai 70 tahun, maka umurku tahun ini adalah 30 tahun.  Tahun depan 29 tahun...tahun depannya lagi 28 tahun ....dst....dst....!  Secara fisik pasti akan ada banyak perubahan.  Wajah peot....rambut beruban....gigi ompong....dsb.....!  Tetapi secara mental dan spiritual aku berharap lebih.  Berharap bahwa dalam umur tersisa, aku telah melakukan sesuatu.  Sesuatu yang akan mempengaruhi kualitas hidupku sebagai seorang manusia yang bahagia dengan pilihan hidupnya.

Seandainya Tuhan tidak memberi aku kesempatan hingga 70 tahun, minimal aku tahu, bahwa segala sesuatu yang telah kupilih, kuimani, kujalani, tidak akan pernah sia2.  I'm happy now.  Aku siap untuk "pulang" kapanpun Tuhan memanggilku, karena seperti St. Paulus, aku tahu kepada siapa aku percaya.

0 komentar:

Posting Komentar