Faith

23 April 2013
Percaya belum tentu beriman.  Beriman sudah pasti percaya!

Setiap aku mempertanyakan keberadaan Tuhan, Ia mengajakku untuk kembali berdiam diri.  Diam....hening...pasrah....ikhlas......yang terdengar hanya bunyi nafas dan detak jantungku.  Kediaman yang panjang hingga bisa kurasakan darah mengalir di seluruh pori-pori tubuh.  Kediaman yang memabukkan sampai nafasku megap-megap karena  Ia sungguh besar dan di luar jangkauan pemikiranku. 

Setiap aku mempertanyakan keberadaan Tuhan, hal2 inilah yang otomatis menerpa otakku dan menusuk jauh ke dalam relung hati :
  • Jika aku sempatkan menoleh ke belakang akan kulihat, betapa Ia telah menyelamatkan aku, sama seperti ketika Ia menyelamatkan umat Sodom dan Gomorah yang mau bertobat.  Ia telah menyelamatkan aku.....dari dosa2 yang hampir saja menjerumuskan langkahku di kegelapan waktu lalu!
  • Jika aku sempatkan melihat saat sekarang, memandang wajah anak2ku, akan kulihat betapa bodohnya aku, jika sampai meragukan apakah Ia sungguh ada atau tidak.  Bagaimana mungkin anak2 ini tercipta begitu saja, tanpa adanya campur tangan Yang Maha Kuasa?  Bagaimana mungkin mereka ada tanpa adanya Dia yang membuat segalanya mungkin ada?
Beriman berarti meyakini bahwa Jalan Keselamatan itu sungguh ada.  Beriman berarti mau memenuhi hati dengan cinta dan pengharapan yang besar akan keselamatan itu sendiri.  Beriman berarti mau membagikan karya keselamatan kepada sesama manusia dengan cinta kasih dan tanpa pamrih.

Jika aku telah mengalaminya, bagaimana dengan Anda?

0 komentar:

Posting Komentar