Beda Jaman Beda Kelakuan

18 Februari 2017
Para biarawati muda itu, terlihat begitu nyata.  Mereka berjalan cepat-cepat dengan kepala tegak dan wajah datar, seperti tanpa rasa.  Berpapasan dengan umat pun mereka terlihat enggan.  Banyak menjaga jarak, cenderung arogan.  Hanya bertegur sapa dengan mereka yang mereka kenal dan yang mau menyapa mereka terlebih dahulu.  Pemandangan itu memunculkan pertanyaan yang aneh, "apakah mereka betul-betul biarawati?"

Berbanding terbalik dengan para biarawati yang sudah tua.  Mereka tanpa segan menyapa dan memberi salam jika bertemu dan berpapas dengan umat.  Membagi senyuman ramah tanpa peduli mereka kenal atau tidak.  Para suster tua ini, sejujurnya mengingatkanku tentang aliran cinta, yang seharusnya nyata dan terlihat di dalam Gereja.  Tapi, bukankah yang namanya abdi Allah itu tidak perlu ada pembedaan antara yang tua dan yang muda?  Bukankah mewartakan Kristus itu tidak perlu diembel-embeli kau tua atau aku muda?

Itulah pemandangan yang sering kami lihat di parokiku.  Aku dan suami sering tersenyum geli sendiri.  Lucu saja kesannya.  Bagaimanapun juga, kami berdua pernah mengalami betapa membahagiakannya saat-saat bertemu dengan para abdi gereja pada waktu dahulu kala.  Jadi ketika melihat kejadian yang berbanding terbalik dari yang 'seharusnya', kami hanya bisa saling memandang, untuk kemudian cekikikan spontan tanpa jedah.

Ah,  betapa aku ingat para biarawan biarawati di kampungku dulu.  Betapa indahnya memandang mereka.  Betapa rindunya aku senantiasa.  Memandang wajah mereka aku seolah melihat Kristus.  Tidak peduli tua atau muda, mereka sungguh berlomba memancarkan cahaya Kristus.  Tidaklah heran betapa aku dahulu seperti telihat lebih mencintai gereja daripada rumah.  Betapa hari-hariku banyak kuhabiskan bersama mereka.

Terkadang aku berpikir, apakah salah berpikir sedikit aneh?  Apakah salah menertawakan sesuatu yang terasa aneh?  Memang sih tidak semua biarawan atau biarawati bersikap seperti itu.  Tapi di parokiku sekarang ya memang seperti itu.  Jadi what's wrong gitu loh......?!!  Mungkin pemikiranku saja yang perlu dibenahi.  Anggap saja memang jamannya sudah beda.  Beda jaman beda kelakuan....hehehe. 

Hanya saja.....ini hanya saja loh ya.....seandainya para biarawati muda itu sedikit lebih bercahaya dan memancarkan aura cinta, mungkin pandanganku atas mereka juga sedikit berbeda.   Seharusnya mereka mengambil spesial kursus "How to smile nicely".  Jadi, senyuman itu bisa spontan terlihat pada saat menyapa umat, tanpa perlu disetel atau diatur.

Ah, bahagianya diriku yang tidak perlu berlatih dalam hal memberi senyum.......ahaiii......!

0 komentar:

Posting Komentar