Reuni

16 Oktober 2015
Dalam setahun, aku dipertemukan kembali dengan orang-orang yang pernah dekat denganku bertahun lampau.  Apakah ini takdir atau kebetulan aku tidak terlalu peduli.  Yang jelas, para orang terkasih ini masih mengingatku.  Mengingatku dengan kenangan yang bisa jadi terlalu lama sudah kuabaikan.

Setelah Suryati, akhirnya Anas menelponku.  Dia pindah tugas di Batam.  Amazing!  Setelah bertahun-tahun, ia masih mengingatku.  Belasan tahun tinggal di Philipina tidak menggerus ingatannya akanku.  Masih mencoba untuk bersapa.  Dahulu kala kami laksana sepasang saudara.

Berbulan lalu, aku dibuat terpaku.  Seorang sahabat yang lama tidak bertemu, juga dipindahtugaskan ke Batam.  Hanya saja segala perbincangan samar-samar telah membuatku bertanya-tanya.  Mengapa ia berpindah perahu?  Memang tidak sampai tenggelam dan karam di lautan.  Tapi berpindah kapal tentu saja bukan sebuah keputusan yang mudah.

Aku memandangmu, teman.  Memimpin misa.  Berbicara di depan altar.  Masih seperti yang dulu.  Tidak ada yang berubah. Kalau pun ada yang berubah, itu sudah pasti masalah penampilan yang tak lagi langsing dan bersemburat cahaya masa muda.  Ahai, sudah berapa lama kita tak bertegur sapa?  Siapa sangka engkau menjadi bagian dari gembala di paroki ini?

Entah ini takdir atau serba kebetulan.   Sesungguhnya aku ikut berbahagia untuk segala keputusan yang kau buat.  Intinya adalah, engkau bahagia.  Dan yang terpenting dari semuanya, Tuhan masih memakai engkau sebagai alatnya.  Welcome, bro!

0 komentar:

Posting Komentar